UMKM atau kependekan dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah saat ini sedang giat-giatnya berkontribusi dalam upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Hal ini tentunya disebabkan karena pertumbuhan ekonomi nasional yang cenderung melambat karena adanya dampak pandemi.

Dalam rangka mengembangkan produknya, UMKM kini memperluas target pasaran. Tidak hanya menjangkau pasar lokal, bahkan kini semakin banyak UMKM yang mulai menjamah ke pasar ekspor. Namun, melangkah ke pasar ekspor membutuhkan dukungan dari berbagai pihak terkait.

Salah satu bentuk dukungan yaitu memfasilitasi program-program tertentu seperti pelatihan dan pertemuan. Seperti yang dilakukan oleh KPP Bea Cukai Tanjung Emas Semarang bersamaan dengan DPD GPEI Jawa Tengah pada Kamis, 8 April 2021. Kedua pihak tersebut mengadakan Focus Group Discussion (FGD) kepada para UMKM sebagai dorongan untuk mendorong ekspor UMKM. Hal ini tentunya menambah peluang agar UMKM semakin naik level. Adapun uraian kegiatan inti yang dilakukan yaitu pemaparan materi oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan pemaparan Goorita (PT Semeru Indonesia Maju).

“Kegiatan FGD ini sangat bermanfaat terutama bagi kami kalangan pegiat UMKM yang ingin memperluas jaringan ekspor ke berbagai negara,” ujar Firman Setyaji selaku CEO Bengok Craft.

Bengok Craft merupakan salah satu dari 40 UMKM terpilih untuk mengikuti FGD bersama Bea Cukai Semarang. Produk kerajinan enceng gondok asal Rawa Pening terbut telah mengekspor produknya ke berbagai dunia seperti Singapura, Italia, dan lain-lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *