Usaha Mikro Kecil dan Menengah menjadi salah satu sumber perekonomian daerah yang terus dikembangkan oleh Pemerintah daerah termasuk Stakeholders daerah. KPw BI Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu stakeholders daerah senantiasa berkomitmen mendukung pengembangan UMKM melalui akselerasi pemanfaatan teknologi digital termasuk peningkatan akses UMKM ke pasar domestik dan internasional. Untuk itu, sejak 2019 KPw BI Provinsi jawa Tengah melaksanakan Expo UMKM Gayeng yang bertujuan mendorong UMKM Jawa Tengah go digital dan go global melalui serangkaian kegiatan berupa pameran, business matching capacity building dan event pendukung lainnya. Kegiatan inipun kemudian terus berlanjut ditahun 2020 sebagai salah satu agenda tahunan.

Menilik kondisi saat ini di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah Triwulan II 2020 telah mengalami kontraksi yang cukup dalam sebesar -5.94% (yoy). Hal ini memberikan dampak yang signifikan bagi UMKM yang mengalami penurunan omzet seiring dengan pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) dan penurunan daya beli masyarakat. Data dari Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah menunjukkan baru terdapat 167.063 UMKM yang sudah memiliki izin usaha IUMK dari 4.174.210 UMKM di Jawa Tengah, dan 80,22% dari UMKM yang berizin tersebut dllaporkan terdampak pandemi Covid-19. Mengingat peran strategis UMKM terhadap PDRB, maka sektor ini sangat perlu mendapat dukungan sejalan dengan program Pemulihan Ekonoml Nasional (PEN). Kondisi UMKM saat ini (pandemi Covid-19) berbeda dengan kondisi UMKM pada saat krisis moneter 1998 dimana di tahun 1998 UMKM menjadi salah satu entitas yang bertahan paling kuat, namun saat ini UMKM menjadi yang paling terdampak sehingga penjualan merekapun juga mengalami penurunan cukup signifikan.

Hasil survei Dinas Koperasi dan UKM (Dinkopukm) Jawa Tengah (per 15 Juni 2020) menyebutkan bahwa sekitar 97,0% UMKM mengalami penurunan penjualan, bahkan secara nominal menurun sebesar 58,85% dari kondisi penjualan sebelumnya yang dapat mencapai Rp269,68 miliar disamping pula terjadi penurunan aset UMKM sebesar 13,08% dan penurunan tenaga kerja sebesar 30,53%. Berbagai pembatasan kegiatan dilaksanakan termasuk kegiatan event pengembangan UMKM seperti pameran / exhibition offline untuk meminimalisir penyebaran virus Covid-19, padahal kegiatan pameran merupakan media penjualan dan promosi yang efektif bagi UMKM.

Jenis UMKM yang paling terdampak adalah UMKM yang memproduksi handicraft, karena mereka tidak dapat menjual produknya kepada wisatawan sebagai akibat penutupan seluruh destinasi wisata. Dampak berikutnya yang dirasakan adalah adanya beban arus kas sehingga pada akhirnya UMKM memilih untuk mengurangi aset yang dimiliki dan mengurangi jumlah tenaga kerja yang digunakan.

Seluruh kondisi di atas tentunya tidak bisa hanya didiamkan begitu saja, UMKM harus mampu bangkit sebagai sumber ekonomi baru. UMKM harus mampu berkreasi sekaligus berinovasi di masa pembatasan ini yang salah satunya dilakukan melalui upaya UMKM go digital untuk ikut berperan di era digital economy. Semua itu memerlukan enhancement dan salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah memberikan fasilitasi pameran kepada UMKM, bukan pameran oftline namun online atau secara virtual. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu stakeholder Pemda Jawa Tengah dan sekaligus sebagai salah satu upaya mendorong perekonomian daerah untuk maju melalui UMKM adalah dengan melaksanakan Pameran Virtual UMKM Gayeng 2020 sebagai kelanjutan pameran UMKM 2019 dengan tema “UMKM Sebagai Kekuatan Baru Perekonomian Daerah di Era Digitar dengan mengusung tagfine “UMKM Gayeng Nganggo Digital”

Acara ini sekaligus menyemarakkan kegiatan Karya Kreatif Indonesia (KKI), mendukung Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan indonesia (BBI) 2020. Dalam pelaksanaannya, UMKM Gayeng diawali dengan proses kurasi bagi UMKM peserta agar naik kelas dan masuk standar ekspor. Tercatat secara signifikan peningkatan jumlah peserta kurasi menjadi 850 UMKM atau naik lebih dari 5 (lima) kali lipat dari tahun 2019. Selanjutnya, dari 850 UMKM tersebut dlperoleh sebanyak 101 UMKM yang lolos kurasi dengan produk-produk standar ekspor. Selanjutnya, kegiatan ini disinergikan pula dengan kegiatan UMKM Virtual Expo milik Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 25 s.d 27 Oktober 2020 sehingga menjadi satu rangkaian kegiatan bulan UMKM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *