2019-10-03 16:49:02, by Dessyfitria

Hey, Sobat Bengok 🙂 

Disini saya sebagai penulis ingin melanjutkan pembahasan yang sebelumnya hehe 🙂

Kalian pasti banyak pertanyaan mengenai latar belakang dari Firman Setyaji? Kok bisa seorang pria yang menamatkan pendidikannya di Universitas Indonesia Jurusan Kriminologi tetapi melintas ke pemberdayaan masyarakat atau bisa disebut juga berwirausaha ?? Kenapa dia memilih untuk berwirausaha ?? dan bagaimana dia memulai usaha tersebut?

Hayooo, sudah pada kepo ya? Heheeee….

Jadi begini, Mas Aji selama diperkuliahan memiliki prestasi yang cukup mengesankan, ia mendapat juara 1 pada Olimpiadi Catur UI selama tiga tahun berturut-turut. Selain hobi bermain catur, ia juga hobi membaca dan juga tertarik dibidang seni.

Sebelum menjadi wirausahawan seperti saat ini, Mas Aji juga pernah bekerja di FIF Astra Group, Jakarta selama dua tahun. Ia bekerja di bagian management program. Saat itu ia juga aktif di Forum Renteng, komunitas yang bergerak pada pencegahan tindak kriminal.

Merasa tidak cocok dengan rutinitas sebagai pekerja kantoran. Ia merasa seperti robot, yang pergi matahari belum terbit dan pulang setelah matahari tenggelam, mengenaskan hehe.

Lanjut, lanjut ……

Mas Aji merasa tidak menemukan ketenangan batin meski memiliki gaji yang cukup. 

Untuk apa memperkaya diri sendiri tapi tidak bermanfaat bagi masyarakat.”

Firman Setyaji – CEO Bengok Craft

 Itulah prinsip yang ia pegang. Mas Ajji akhirnya memutuskan untuk resign dan memilih pulang ke tanah kelahirannya.

Sesampainya Ia di tanah kelahirannya, Ia berkeliling dan melihat kondisi Rawa Pening yang dipenuhi eceng gondok. Pikirannya mulai berjalan dan menggugah hati kecil Mas Aji untuk melakukan riset. Riset yang dilakukan selama kurang lebih satu tahun ini membuahkan hasil positif. Eceng gondok memiliki potensi yang menarik untuk dikembangkan sebagai bahan baku kerajinan tangan. Selain bertujuan untuk menjaga ekosistem air, kerajinan eceng gondok ini dapat mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar.

Dalam pengembangan manajerial, dibentuk sistem usaha kerakyatan. Alokasi hasil usaha dikelola untuk pengembangan alat dan bahan, biaya jasa, dan untuk kegiatan sosial masyarakat. Untuk ke depannya, bidang manajerial akan membuka ruang bagi masyarakat yang ingin turut berkontribusi dan sinau bareng dalam mengelola sistem pelaporan dan akuntabilitas. Mas Aji pun membuka ruang bagi masyarakat untuk turut memasarkan hasil kerajinan dengan alokasi komisi penjualan ataupun sistem penjualan sesuai kesepakatan.

Karena menurut Mas Aji …

Berkarya tak kalah menyenangkan dari bergaya”

Firman Setyaji – CEO Bengok Craft

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *